.

VISASIA Entrepreneur Indonesia.

Posted by Irwan Maing Kamis, 14 Mei 2015 0 comments
MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) telah diberlakukan tahun 2015. Sudah menjadi topik perbincangan paling hangat diantara pelaku bisnis dari berbagai industri. Ada industri yang telah mempersiapkan diri dengan berbagai strategi jitu, namun banyak pula Industri yang tidak siap dan khawatir pasar akan diambil alih oleh pendatang dengan cepat.

Di balik kesiapan berbagai industri di tanah air, banyak pengamat ekonomi berpendapat, kehadiran MEA adalah peluang besar bagi berbagai industri untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, memperkuat keunggulan dan keistimewaan dari perusahaan agar tetap menang bersaing.

Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN dan tentunya pasar global di tahun 2015, seluruh masyarakat Indonesia diminta memberikan perhatian serius guna mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang sering dikenal dengan MEA. Bahkan, tidak hanya para pengusaha nasional, pelaku usaha unit mikro juga harus benar-benar menyiapkan diri dalam persaingan menuju MEA. Dengan adanya MEA pelaku usaha micro se-ASEAN bisa melakukan eksport produknya ke sesama negara ASEAN.

Ada empat tips Agar para UKM di Indonesia siap menghadapi MEA, yakni.

Memberikan pengetahuan dan wawasan pada UKM melalui wadah komunitas VISASIA Entrepreneur Indonesia (VENA)

Dalam menghadapi MEA kami mendorong Para pelaku usaha mikro bisa bertukar wawasan dan pengetahuan dengan banyak mengikuti acara pelatihan dan pagelaran yang mewadahi para UMKM. Untuk mengetahui peluang dan tantangan Bisnis waralaba sebagai salah satu upaya untuk memperluas pasar produk koperasi dan UKM.

VENA melakukan Sosialisasi melalui media

Tidak sebatas dengan memberi pengetahuan dan inovasi produk saja, melainkan dengan mensosialisasikan melalui media baik itu media cetak maupun elektronik agar produk-produk yang di promosikan dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan masyarakat global dan UKM Indonesia bisa berkompetitif di pangsa pasar internasional.

VISASIA Membangun kemitraan bersama pelaku Usaha

Membangun kemitraan dan menggandeng para pebisnis dan pengusaha dengan metode kemitraan sehingga akan menjadi solusi terhadap masalah pemberdayaan UKM saat ini, terkait dengan branding dan pemasaran melalui wadah komunitas VENA, termasuk teknologi tepat guna dan penguatan pemasaran.

Inovasi produk dan pemasaran

Persiapan dalam menghadapi MEA yang harus disiapkan adalah dengan inovasi produk dan pemasaran. Hal ini demi mempersiapkan para pelaku UKM untuk memproteksi agar tidak terjadi produksi dan pemasaran yang stagnan. Sebabnya para pelaku UKM ini harus bersaing dengan produk-produk dari negara ASEAN lainnya.

Kami memiliki 3 buah website e-Commerce dalam melakukan berbagai aktifitas kami, yakni : 

1. https://visec.or.id
   Dimana website tersebut adalah wadah bagi organisasi VISASIA Entrepreneur Community (VENA) dalam melakukan perektrutan Anggota komunitas dan menciptakan kader2 yang dapat ikut berpartisipasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakan tentang bagaimana menjadi Entrepreneur dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk bersatu padu dalam menghadapi Era Globalisasi.

2. https://visasia.id
   Website e-commerce ini di gunakan untuk mempertemukan antara pelaku usaha dan konsumen yang sama-sama adalah anggota komunitas VISASIA Entrepreneur Indonesia (VENA). Sehingga tercipta pola konsumeristik semata, menjadi pola pembelanjaan yang sifatnya saling berbagi antar komunitas. inilah yang diharapkan menjadi cikal bakal terciptanya kesejahteraan masyarakat dan mendorong masyarakat untuk cinta produk indonesia.

3. https://visasia.pro
   Sistem e-commerce yang kami bangun menggunakan model crowdfunding (pendanaan) yang tujuannya adalah mendukung teman2 Anggota komunitas yang memiliki ide kreatif dalam menciptakan industri kreatif. diharapkan paling tidak terjadi dalam setiap kecamatan di Indonesia ada terbangun beberapa home industri.
Kami membutuhkan banyak bantuan pemodal yang ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang benar2 dari masyarakat kecil yang punya kreatifitas dan terkendala dalam masalah pemodalan.

who we are   : https://www.youtube.com/watch?v=DVX_Vx96vjk
what we do   : https://www.youtube.com/watch?v=rlhPlSVyDRk  
How we work  : https://www.youtube.com/watch?v=tz71nV8psLo
why we fight : https://www.youtube.com/watch?v=bEMyZ7ocKpE    

Kehidupan memang bermacam-mcam ragamnya sehingga tingkat keyakinan seseorangpun kadang demikian adanya. Ada salah satu mitos yang mengatakan bahwa keluarga kaya akan melahirkan anak-anak yang akan menjadi kaya karena mereka terbiasa dengan cara hidup orang kaya.

Begitu pula ada yang menganggap bahwa seseorang menjadi pengusaha karena sudah merupakan keturunan atau bakat turun temurun dari orang tuanya, kakek-neneknya, dan sebagian besar keluarganya adalah pengusaha.

Jika ada seseorang yang memiliki Anggapan seperti ini tidak salah karena mereka dibesarkan dalam lingkungan usaha sehingga akan mempengaruhi cara berpikir dan perilakuknya. Namun demikian Pada kenyataannya memang banyak pengusaha yang lahir dari keluarga atau keturunan pengusaha. Tetapi bukan berarti diturunkan secara genetis. Hal ini terjadi karena faktor lingkungan pengusaha yang sangat kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha.

Untuk Menjadi wirausaha (entrepreneur) adalah merupakan hak dan kesempatan bagi semua orang. Jadi Jangan sekali kali  menyalahkan keadaan atau karena bukan keturunan pengusaha sehingga tidak bisa menjalankan dirinya untuk berwirausaha.

Kami berbuat bukan sekedar mengkritik.

Join Us on www.mitravisasia.info

Baca Selengkapnya ....

Google+ Followers