.

Tampilkan postingan dengan label Just-Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just-Me. Tampilkan semua postingan

Death

Posted by Irma14 Minggu, 08 Maret 2009 15 comments
This card is commonly misconstrued and does not specifically pertain to physical death. The Death card signifies change in your life brought about by the ending of a current situation and the beginning of a new one. While the card itself may be morbid, it actually represents exciting change in your life. Be prepared for new and exciting situations to develop.
Tepat Hari ini, seperti biasanya di awal hari saya ngutak-atik FB dan menemukan TaroT CarD, dah Kartu yang terbuka adalah Kartu Kematian (Death).

Hahahaha.......... How Happy I am to get the Death of My Current Situation and to begin for a new one.....

Saya Masih belum tau sesuatu yang baru apa yang bakalan terjadi ma diriku ini, yang jelas saya pasti akan menerima setiap Keadaan yang sedang dan akan menimpa diriku ini. :)

Just Try to Be Happy for Every Situation............

Love U my Mother of Earth.......



Baca Selengkapnya ....

Quo Vadis INDONESIAKU ?

Posted by Irma14 Rabu, 31 Desember 2008 19 comments
Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada Yang Kuasa.
Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
[Kitab Suci Tai Shang Lao Jun]

Zaman semakin sukar, kegaduhan politik dan ekonomi identik dengan hura-hura yang pantang mereda. Namun berita yang terdengar sampai kepelosok negeri kita hanya menjadi sebuah hiruk pikuk yang kemudian menjadi terasa hambar dan menyebalkan, bahkan para panutan terkesan menyembunyikan demokrasi yang ia gembar-gemborkan sendiri.


Hanya air mata yang selalu setia pada nasib rakyat kecil. Menangisi sendiri di tengah pesta domokrasi yang memakan biaya tak terkira. Setiap mata nanar bergetar, dan mulut menganga saling menyambung lidah dengan slogan-slogan politik baru. Seakan negeri hanya berurusan dengan tetek bengek politik. Pendidikan dan Budaya yang menjadi ciri komunitas bangsa dan perangkat sosial terpenting dalam merealisasikan cita-cita negara berkemanusian serta berperadaban tinggi, kurang begitu diperhatikan.

Lantas apa yang terjadi dalam sejarah Indonesia nanti ? Apakah dimasa depan tak ada lagi sejarah yang merekam kehidupan carut marut sekarang ? Akankah krisis ini akan segera berakhir ? Apakah kekerasan atas nama ".............." masih tetap menjadi sebuah solusi atas perbedaan-perbedaan yang kita miliki ?

Ditengah kebingungan ini, dan kemudian ditengah-tengah permenungan dan kekhawatiranku ini, terdengar suara halus yang sangat kukenali, ya.. ya... ini suara my-guruji, katanya "Salah Sendiri.., kenapa harus memikirkan apa yang terjadi di luar dirimu, kenapa harus memberikan beban mengatur nasib bangsa ini dan kehidupanmu terhadap orang lain selain dirimu sendiri ?" Tidak usah bersusah-susah ingin merubah nasib bangsa jika nasibmu sendiri masih morat marit :D,
Karna memang perubahan besar (baca REVOLUSI) hanya bisa terjadi karna di landasi oleh sebuah proses EVOLUSI yang sangat panjang -Tepatnya diri kita masing-masing, dimulai dari perubahan paradigma berfikir kita, perubahan pola hidup kita, perubahan atas sikap kita terhadap sesama.

Benar, Bukankah Soekarno -Presiden I kita- pernah mengeluarkan slogan "BERDIKARI -Berdiri diatas kaki sendiri" why Don't we try it in our self pikirku.

Hapus Air matamu, Berhenti menangisi nasibmu sendiri. Karna persoalanmu tidak akan selesai dengan air mata dan keluh kesah. Jangan mengharapkan orang lain untuk membantumu, Jadilah Merdeka.
Sayaselalu ingin menjadi seperti seorang bapak si tukang sapu jalanan yang berkata "Saya Telah Melakukan Tugas Saya dengan Sempurna Hari ini".
Sekiranya setiap dari kita juga melakukan tugas kita dengan sempurna, sesuai dengan Jenis pekerjaan kita masing-masing ... waaah.. How beautiful of this world. Hanya dengan Berbuat dan berkarya kita bisa menempuh jalan kesuksesan kita masing.
Jangan berhenti belajar mengembangkan diri kita masing-masing, jangan berhenti berkarya. karna karya kita akan menjadi wujud cinta kita terhadap bunda pertiwi kita yang telah melahirkan dan membesarkan kita.

Terakhir saya ingin mengutip kata bijak dari para MASTER dari Kitab Suci Fu De Zheng Shen, "Belajar tidak membedakan siapa pun dahulu dan siapa belakangan, hanya yang sukseslah dapat jadi pimpinan.
Hitunglah dari jaman ke jaman berapakah pahlawan-pahlawan / pemuka-pemuka yang dapat mengerti dengan benar maksud inti masuk ke dunia dan keluar dari dunia, hingga melampaui sesamanya, jadi wali-wali atau Dewa-Dewa?"

Selamat Tahun Baru... Semoga di tahun-tahun mendatang kita dapat menjemput kesuksesan kita masing-masing.

JAYALAH INDONESIAKU


Baca Selengkapnya ....

Tuhan Telepon Aku Dong

Posted by Irma14 Selasa, 09 Desember 2008 12 comments
Y. Thendra Bp,Yogyakarta

Tuhan Sesekali Telpon Aku Dong
Biar Aku Tahu Di Mana Kau Sungguh.
Jangan Pakai Sljj Apalagi Sli, Yang Dekat Saja, Lokal Cukuplah.
Kalau Engkau Nelfon Pakai SLJJ Apalagi SLI
Betapa Jauhnya Engkau Dariku.

Habis, Setiap Kali Kucalling Engkau
Acap Kali Mailbox Atau Terdengar Suara Mendayu Bidadari Entah: "Tuhan Yang Anda Hubungi Sedang Sibuk, Tunggulah Beberapa Saat Lagi"



Memang Dosaku Banyak, Untuk Itu Aku Pinta Ampunanmu. Kalau Engkau Tak Sudi: Wah
Pada Siapa Lagi Aku Akan Meminta.

Tuhan Telpon Aku Dong
Tak Usah Lama-Lama, Sedetik Cukuplah.
Dan Hidupku Akan Sempurna.


Baca Selengkapnya ....

The Road of Silence

Posted by Irma14 Senin, 01 Desember 2008 9 comments
di balik kabut Semeru
tiada tampak ujud seribu burung yang sedang berkicau nyaring
di balik kabut Sang Maha Meru
tiada tampak......... Di Manakah Ia yang sejati, yang senantiasa
bertakbir dalam berbagai ia-ia

Dimitri Mahayana, 11 Renungan Sains, Filsafat & Cinta

Menyambung tulisanku sebelumnya, marah membuat energi kita terkuras habis, ketika kita tidak sanggup lagi mengontrol ke-marah-an kita, maka diam adalah hal yang paling efektif. memang kadangkala kita butuh diam sejenak dari segala keramaian dunia, diam sejenak untuk melihat diri kita lebih dalam, diam sejenak untuk mengoreksi fikiran kita, agar kita lebih mawas diri.


Dengan Diam kita belajar mendengarkan, kita belajar mengamati alam dan lingkungan disekitar kita. Biasanya kita selalu mau untuk di dengarkan, bahkan kita maksa2 orang lain untuk mau duduk di samping kita tuk sekedar mendengarkan celoteh kita, mendengarkan keluh kesah kita. Bahkan di luar sana para psikiater pun bahkan dibayar hanya untuk mendengarkan keluhan si pasien.

What's wrong with that ?

Apakah fikiran kita sudah capek karna terus menerus dipaksa untuk bekerja ?, Apakah kebutuhan-kebutuhan kita belum terpenuhi ?, atokah keinginan kita yang segunung belum juga dapat kita realisasikan satu persatu ? atau sejumlah permasalahan yang sementara menghimpit kehidupan kita saat ini ?

Beberapa diantara kita kemudian melarikan diri dari semua masalah yang menghimpit kehidupannya. Padahal lari dari sebuah permasalahan justru akan menimbulkan berbagai permasalahan baru.

saya teringat dengan sebuah anekdot, kurang lebih seperti ini :
Suatu ketika seorang pemuda menghampiri seorang penebang pohon yang sudah seharian penuh menebang sebatang pohon besar. kemudian sang pemuda berkata (tentunya setelah basa-basi sedikit -red) "sudah berapa lama bapak menebang pohon itu ?".
dan penebang pohon pun menjawab "sejak tadi pagi sampai sore hari ini belum juga kelar". setelah memperhatikan kampak yang digunakan bapak penebang kayu tersebut, sang pemuda berkata "kenapa bapak tidak berhenti dulu barang sejenak sekedar untuk mengasah kampak yang telah tumpul itu ?", sang penebang menjawab "Saya tidak punya waktu untuk mengasahnya, apa lagi ini sudah sore". Sang pemuda kemudian diam dan melanjutkan perjalanannya.

Bahkan saya pun demikian, terkadang karna kesibukan menyiapkan materi terlalu padat, maka hampir tidak ada waktu untuk sejenak diam dan mengistirahatkan fikiran saya yang sebenarnya sudah jenuh. yang akhirnya materi tidak dikuasai sepenuhnya untuk kemudian di sajikan di depan kelas. yang ujung2nya stress juga jadinya.

kenapa kita tidak beristirahat dan mengasah kampak fikiran kita, supaya lebih tajam digunakan untuk melakukan aktifitas kita selanjutnya.
Sebelum semuanya terlambat, sebaiknya kita diam sejenak tuk memahami segala tindakan kita yang telah kita perbuat. untuk lebih dekat dengan diri kita sendiri, tuk lebih mengenal siapa sebenarnya jati diri kita.

issengi....???

Jayalah INDONESIAKU........

Baca Selengkapnya ....

MARAH

Posted by Irma14 Kamis, 27 November 2008 10 comments
"Siapa pun bisa marah. Marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik? bukanlah hal mudah."
Aristoteles, The Nicomachean Ethics

Beberapa hari belakangan ini mungkin sudah terlihat kalau saya ini rada-rada cepat marah, bahkan ada jugami kelas yang kena batunya. Jujur saja saya katakan klo memang belakangan ini saya itu betul-betul menyibukkan fikiranku dengan beberapa realitas kehidupan yang benar-benar membuat saya binun tujuh keliling, baik itu realitas kehidupan di dunia nyata maupun realitas kehidupan yang ada disini (dunia maya). saya ini termasuk orang yang punya cara berfikir yang kuno, selalu saja berfikir hal-hal yang sederhana jie kodong.

Sekedar berbagi keresahan :( bagi rekan2 blogger/netter, inimi yang bikin saya binun :

Kadang kita sulit membedakan yang mana idealitas dan yang mana realitas, bahkan sebagian teman-teman seperjuangan di kampus dulu sering kali membuat pernyataan "Aaach idealitas itu kan hanya ada di dunia kampus waktu kita masih kuliah, waktu kita sering berdemonstrasi, sekarang ini kita sudah berada di dunia nyata bro", memang kita harus mengakui bahwa terkadang kita sulit mengapresiasikan ide-ide kita tentang keadilan, kejujuran, dan keberanian berkata benar, ketika kita dihadapkan dengan kenyataan yang membuat kita harus mengambil sebuah tindakan yang " dianggap benar" di lingkungan kita berada. Bahkan parahnya lagi kita sudah susah membedakan mana yang benar dan mana yang dianggap benar oleh kebanyakan orang yang berada di lingkungan kita. Apakah kebenaran itu berdasarkan pendapat mayoritas ? Apakah kebenaran itu tergantung tempat ?, kebudayaan ?, agama ?. keinginan kita ?.

Kemudian yang kedua rasa penasaranku terhadap dunia blogging yang saya tekuni selama 2 bulan terahir ini benar-benar membuat waktuku tersita habis, dan bukan hanya waktuku yang tersita tapi ototku juga jadi ikut-ikutan terkuras. sampai-sampai banyak yang bilang saya ini tambah kurus dan tidak terurus. Saya binun blogku ini mestinya saya konsen saja dengan bahan kuliah ? atau juga berbicara how to make money on line ? atau tentang tulisan-tulisan yang seperti ini ? opini ? bisnis ? forex ? or what ? . Sampe saat ini pun belum punya keputusan sebenarnya blog ini saya mau fokus ke manaaaa ?

Yang ketiga adalah kesibukanku sebagai Ketua Program Studi di AMIK Profesional Makassar, yang membuat saya selalu malu di depan teman-teman seprofesi khususnya dengan pimpinan saya. Betapa tidak saya sudah (kurang lebih) 5 tahun bekerja sebagai dosen dan belum juga bisa bekerja secara profesional berdasarkan Standar Acuan Proses Belajar Mengajar yang Baik dan Benar (hehehehe...). Masih sering telat, Pangkat Akademik belum diurus, Penelitian yang belum kelar... Aspirasi mahasiswa masih di tampung.. weleh-weleh betul-betul tidak profesional bangget yah... tapi maklumlah penyakitku sering kambuh (usus buntu yang komplikasi dengan otak buntu). Mohon Maap kepada bos-bosku di kampus :) .

Selanjutnya Mahasiswa-mahasiswaku yang tersayang (we.. yang cowok2 minggirko, jangko merasa). Saya selalu merasa punya kepentingan untuk membuatko cerdas, baik itu kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan QQ lainnya. Tapi apa daya, kemampuanku sebatas mengantar materi dan tidak bisa membawa kalian terbang kelangit harapan masa depanmu, saya hanya bisa mengantar sampai pintunya, kalian yang harus terbang sendiri, kalian yang harus menyala terang dan menerangi jagat raya ini dengan cahaya pengetahuan yang kalian temukan sendiri.

palagi di saat mid semester seperti ini JANGAN MAKO LAGI NYONTEK kodoooong. KARNA NYONTEK ITU ADALAH TINDAKAN PENGANIAYAAN TERHADAP DOSEN, susah dibedakan yang mana yang cerdas dan yang mana yang pinpinbo (pintar-pintar bodoh), yang pada akhirnya menyulitkan kita untuk mengevaluasi cara kita mengajar, kan ruginya sama kalianji juga. Karna dosen akan berfikir kalian sudah mengerti materi padahal tidak. Jadi seperti apa INDONESIA ini kalau generasi-generasi bangsa hanya mengejar gelar dan nilai yang tinggi tanpa di ikuti dengan kejujuran dan keinginan untuk belajar terus menerus ? Apa kata duniaaaaa...???

nanti bilangko lagi... e..de..de... jagonya cuman ngomong dia dulu waktu kuliah mungkin nyontek ji juga.. saya dulu, kalo tidak tauma alias ampumma' ma itu soal, KERTAS KOSONG kukumpul.

Trus jangko pernah membeda-bedakan antara dosen yang satu dengan dosen lainnya. kalo saya yang ngajar, tidak bisako disiplin, tapi kenapa kalau dosen lain, bisa jako ? JANGAN MEMANFAATKAN KEBAIKAN ORANG LAIN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI.itu mulaima' sedeng "marah".

Selalu saya bilang di kelas bahwa mahasiswa2ku itu adalah kelinci percobaan saya, dimana saya bisa belajar mencintai, belajar teknik-teknik mengajar yang baik, belajar sikap yang baik, belajar memaafkan.

Dan sekarang saya belajar MARAH (beda marah dan benci) tanpa diiringi dengan dendam, sebuah MARAH yang memaafkan, sebuah "marah" yang tidak marah. Sebuah marah pada laku/sikap bukan pada individu ato orangnya.
Saya belajar menguasai marah itu sendiri, berusaha mengendalikan perasaan marahku sendiri yang bisa menjadi sumber motivasi dan semangat untuk kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita masing-masing.
Saya tidak ingin menghilangkan rasa marah pada diri saya, tapi berusaha untuk mengendalikan rasa marah itu, bukannya dikendalikan oleh rasa marah.

Karna terkadang ketika kita Marah kita malah terbawa emosi dan tidak bisa lagi mengendalikan diri. Perasaan marah merupakan hal yang sangat manusiawi, setiap kita pasti pernah marah tapi apakah kita sudah belajar untuk mengendalikan ke-MARAH-an kita ? seperti kata Aristoteles, kita harus belajar untuk marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik?

Sory kalo dalam proses pembelajaranku ini sempat membuat kalian juga jengkel, binun, dan pucing. Maunya pa' irwan itu apa ???
issengi...

yang jelas untuk saat ini saya cuma mau HENING sejenak, menghilangkan segala gundah gulana, merasakan keHENINGan ditengah keramaian..............................

i love u all .
Jayalah INDONESIAKU


Baca Selengkapnya ....

Google+ Followers