.

Tampilkan posting dengan label Linux dan Pemrog. C. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Linux dan Pemrog. C. Tampilkan semua posting

OPERASI INPUT/OUTPUT Bahasa C

Posted by Irma14 Sabtu, 13 Desember 2008 9 comments
printf
Fungsi printf digunakan untuk menampilkan suatu keluaran pada layar. Perhatikan penggunaan printf berikut ini :

#include
main()
{
int nilai=3;
printf(“Bahasa C menyenangkan \n”);
printf(“nilai = %d \n”,nilai);
}


Fungsi printf yang pertama disertai dengan escape sequance yang berfungsi untuk pindah baris. Jadi dengan fungsi printf yang pertama maka kursor akan turun satu baris. Sedangkan fungsi printf yang kedua dimana terdapat format data %d berfungsi untuk menampilkan data dengan tipe integer. Jangan lupa dengan variabel yang menyimpan nilai tersebut harus disertakan setalah tanda petik terakhir.

Tampilan program tersebut :
Bahasa C menyenangkan
nilai = 3

1. puts
Cara lain untuk menampilkan suatu keluaran ke layar adalah menggunakan fungsi puts. Tetapi fungsi puts hanya digunakan untuk menampilkan nilai string dan sudah mengandung line feed atau escape sequence ganti baris. Perhatikan contoh berikut :

#include
main()
{
puts(“Bahasa C menyenangkan ”);
puts(“Belajar bahasa C “);
}

Kini tidak perlu lagi mengguanakan “\n” untuk ganti baris baru. Tampilan program :
Bahasa C menyenangkan
Belajar bahasa C

2. putchar
Fungsi ini digunakan untuk menampilkan sebuah karakter saja dan tidak mengandung escape sequence “\n”. perhatikan contoh berikut :

#include
main()
{
Char a;
printf(“a = ”);scanf(“%c”,&a);
printf(“Data yang anda masukkan ”);
putchar(‘\n’);
putchar(a);
}

Pada putchar yang petama kita ingin membuat program untuk ganti baris menggunakan “\n”. kita menggunakan tanda petik tunggal (‘) karena karakter dalam program akan dikenal jika diberi tanda petik tunggal. Fungsi putchar ini hanya bisa menampilkan satu buah karakter saja sehingga apapun nilai yang kita masukkan hanya karakter pertama yang akan ditampilkan.

Berikut tampilan programnya :
a = 12
Data yang anda masukkan
1

3. scanf
Jika kita ingin memasukkan data dari keyboard, kita dapat menggunakan fungsi scanf ini. Data selanjutnya akan didefenisikan sebagai data variabel. Jika fungsi scanf ini digunakan untuk membaca data dengan tipe array, karakter yang selanjutnya kita sebut dengan istilah string, maka fungsi ini hanya akan membaca data sampai ditemukan blank. Dengan demikian nilai setelah blank dianggap bukan lagi nilai dari variabel yang akan mengisi variabel tersebut. Fungsi scanf lebih cocok digunakan untuk data-data numerik.

Fungi scanf jika digunakan maka harus disertai operator penanda alamat & didepan nama variabel yang digunakan untuk menyimpan data tersebut. Jika tidak mempergunakan operator alamat & ini maka ketika data diinputkan akan muncul pesan error Segmentation fault. Sedangkan untuk data string tidak perlu menggunakan operator ini. Tetapi jika digunakan tidak menjadi masalah. Fungsi scanf biasanya digunakan bersama-sama dengan fungsi printf. Perhatikan contoh berikut :

#include
main()
{
char a[25];
int b;
printf(“a = ”);scanf(“%s”,a);
printf(“b = ”);scanf(“%d”,&b);
printf(“Data yang anda masukkan \n”);
printf(“a = %s \n”,a);
printf(“b = %d \n”,b);
}

Setiap kali memasukkan data harus diikuti dengan menekan ENTER. Berikut adalah tampilan programnya.
a = naufal
b = 12
Data yang anda masukkan
a = naufal
b = 12

4. gets
Jika kita menggunakan fungsi scanf untuk membaca data yang bertipe string, maka data tersebut hanya akan dibaca sampai ditemukan spasi. Misalnya nama “naufal rasendriya” hanya kata “naufal” yang akan dibaca oleh program, sedangkan kata “resendriya” tidak terbaca karena sebelum kata tersebut program telah menemukan spasi yang mengakibatkan data ke varibel yang menyimpan nama dianggap selesai.

Untuk keperluan pemasukan data string yang panjang dipisahkan dengan spasi, bahasa C menyediakan fungsi gets. Perhatikan contoh berikut ini :

#include
main()
{
char nama[25];
char alamat[50];
printf(“Nama : ”);gets(nama);
printf(“Alamat : ”);gets(alamat);
printf(“\n”);
printf(“Data yang anda masukkan \n”);
printf(“Nama : %s \n”,nama);
printf(“Alamat : %s \n”,alamat);
}

Tampilan program :

Nama : Naufal Rasendriya
Alamat : Makassar

Data yang anda masukkan
Nama : Naufal Rasendriya
Alamat : Makassar


5. getchar
Jika ingin memasukkan sebuah nilai karakter ke variabel yang bertipe karakter maka kita dapat menggunakan perintah getchar. Perhatikan contoh program berikut ini :

#include
main()
{
Char nilai;
printf(“Nilai anda : ”);
nilai=getchar();
printf(“Nilai yang anda masukkan = %c \n”,nilai );
}

Berikut tampilannya :
Nilai anda : A
Nilai yang anda masukkan = A


Baca Selengkapnya ....

BAHASA C di Linux

Posted by Irma14 Rabu, 03 Desember 2008 5 comments
Bahasa C selain dapat dijalankan pada sistem operasi Windows juga dapat dijalankan pada sistem operasi Linux. Baris program yang kita buat pada sebuah text editor belum bisa dijalankan sebelum dieksekusi. Oleh karena itu program yang telah kita buat harus kita eksekusi terlabih dahulu. Berikut adalah cara mengeksekusi program yang ditulis manggunakan bahasa C pada sistem operasi Linux :

gcc programku.c
Atau dengan menambahkan option -o
gcc programku.c -o program

GCC merupakan singkatan dari GNU C Compiler, yaitu kompiler yang digunakan untuk mengkompilasi program yang ditulis dalam bahasa C. Jika kita mengkompilasi program dengan perintah yang pertama tanpa disertai option maka hasil eksekusi program kita secara otomatis akan memiliki nama file a.out. File ini dapat dijalankan dengan menggunakan perintah ./a.out. Tetapi jika kita menggunakan option yang disediakan oleh kompiler tersebut maka kita dapat mengatur hasil keluaran dari eksekusi program tersebut.

STRUKTUR BAHASA C
Berikut ini adalah struktur dari bahasa c di Linux :


1. Fungsi main()

Fungsi main () adalah fungsi yang menjadi inti dati program dan merupakan awal dan akhir dari eksekusi program. Fungsi main() harus ada dalam setiap program.
Berikut adalah contoh deklarasi fungsio main :

main ()
{
}

2. {}
Tanda kurung kurawal buka dan kurung kurawal tutup {} merupakan bagian yang berisi perintah-perintah yang akan dijalankan oleh bagian fungsi. Tanda “{” yang diletakkan dibawah nama fungsi main menunjukkan tanda awal dari perintah-perintah yang akan dieksekusi atau biasa disebut dengan awal dari fungtion body. Sedangkan tanda “}” merupakan akhir dari fungtion body. Tanda {} ini akan sering kita pergunakan dalam program.

3. Komentar
Cara membuat komentar program dalam bahasa C adalah sebagai berikut :

//ini adalah komentar dari irma14
/*ini cara yang kedua */
Cara yang pertama adalah menggunakan tanda garis miring ganda //. Bila komentar program hanya satu baris, tetapi jika komentar yang kita buat lebih dari satu baris maka sebaiknya kita memggunakan tanda garis miring dan asterik dan ditutupi dengan asterik dan garis miring /* dan */.

4. Aturan-aturan dalam Bahasa C

a. Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang case sensitif, artinya bahasa C membedakan penulisan huruf besar dan huruf kecil. Misalnya bila kita mendeklarasikan sebuah variabel dengan nama Data maka akan dianggap berbeda dengan variabel data.
b. Setiap baris statement harus diakhiri dengan titik koma “;” , tetapi untuk fungsi dan bentuk struktur tidak boleh menggunakan titik koma. Barikut adalah contoh penggunaan titik koma yang salah :

main();
if(a==100);
for(i=1;i<=100;i++);

c. Semua variabel yang menggunakan bahasa C wajib dideklarasikan terlebih dahulu.
d. Seperti dijelaskan diatas, komentar dapat ditulis menggunakan // atau /* dan */.
e. Awal dan akhir suatu program harus diapit oleh {}.
f. Varibel atau pengenal tidak boleh mengandung spasi.
g. Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus kecuali tanda garis bawah_.
h. Untuk pemisah kata dapat digunakan tanda garis bawah _.
i. Tidak boleh menggunakan kata kunci yang telah ada dalam bahasa C.

5. Variabel
Deklarasi varibel harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa C. selain itu sebuah variabel dapat terdiri dari gabungan huruf (A…Z, a…z) dan juga angka (0…9) dengan karakter pertama harus menggunakan huruf atau garis bawah, tidak boleh angka. Berikut adalah contoh pemberian nama sebuah variabel :
jumlah
Ipk_Kuliah
_Nilai
P10

Sedangkan contoh penamaan variabel yang salah adalah seperti berikut:

10nilai //di dahului oleh angka
nilai ipk //ada spasi
break //kata kunci bahasa c

Dalam bahasa C, sebuah variabel harus dideklarasikan beserta dengan tipe datanya. Contoh :

Int nilai ;
float ipk ;
char nilai_huruf;
char nama [25] ;

Bila kita mempunyai beberapa variabel yang memiliki tipe data sama, variabel dipisahkan dengan tanda koma “,” dan diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Perhatikan contoh berikut ini :

Int nilai1,nilai2,nilai3;
float ipk1,ipk2,ipk3;
char nama1[20],nama2[25],nama3[30];

6. Inisialisasi Nilai Variabel

Jika kita ingin memberikan nilai lain ke variabel yang telah diberi nilai. Misalnya seperti berikut:

int nilai=0;
Atau
int nilai;
nilai=0;

Nilai yang terakhir dimasukkan akan menjadi nilai akhir dari variabel nilai tersebut. Seperti contoh :

int nilai;
nilai=0;
nilai=1;
nilai=2;

7. Tipe Data dan Format Data

Berikut adalah tipe-tipe data yang dimiliki oleh bahasa C :

Dalam bahasa C tidak dikenal tipe data string. Tetapi kita tetap dapat mendeklarasikan sebuah string dengan menggunakan array. Contoh sebuah variabel yang bertipe string :

char nama[25];

Variabel nama merupakan sebuah string yang dapat mempunyai 25 karakter. Format data string adalah %s.

8. Konstanta

Ada dua cara mendeklarasikan konstanta :
a. Menggunakan praprosessor #define
Berikut adalah cara mendeklarasikan konstanta menggunakan praprosessor #define :

#define phi 3.14

b. Memberi nilai secara langsung kesuatu variabel.
Berikut adalah cara membuat sebuah konstanta dengan memberi nilai langsung ke sebuah variabel dan kita tidak melakukan operasi apapun yang dapat mengubah nilai variabel ini.

int phi=3.14;



Baca Selengkapnya ....

OPERASI FILE DAN STRUKTUR DIREKTORI LINUX

Posted by Irma14 Sabtu, 25 Oktober 2008 15 comments
Pokok Bahasan :
- Operasi File pada Sistem Operasi Linux
- Struktur Direktory pada Sistem Operasi Linux

Tujuan Belajar
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
- Memahami organisasi file dan direktory pada sistem operasi Linux
- Menciptakan dan manipulasi direktory
- Memahami konsep link dan symblolik link

DASAR TEORI :
1. ORGANISASI FILE

Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktory dan sub direktory. Sistem file pada Linux diatur secara hierarkikal, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/” seperti Gambar 3.1

Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (Pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).

Materi Selengkapnya downLoad disini
atau



2. DIREKTORI STANDAR

Setelah proses instalasi, Linux menciptakan system file yang baku, terdiri atas direktory sebagai berikut :


Direktori /etc
Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintanance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di direktori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antaran lain :
• Httpd, apache web server.
• Ppp, point to point protocol untuk koneksi ke internet.
• rc.d atau init.d , inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel.
• cron.d rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal ( time dependent process)
• FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.

Direktori /dev
Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.



Direktori /proc
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur oleh kernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (proses ID).


3. TIPE FILE

Pada Linux terdapat 6 buah tipe file yaitu :
• Ordinary file
• Direktori
• Block Device ( Peralatan I/O )
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape.

• Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll.

• Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar proses.
• Link File

4. PROPERTI FILE
File mempunyai beberapa atribut, antara lain :
• Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :


• Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.
• Jumlah link : jumlah link untuk file ini.
• Pemilik (owner) : menentukan siapa pemilik file ini
• Group : menentukan grup yang memiliki file ini
• Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte
• Waktu Pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
• Nama File : menentukan nama file yang dimaksud

Contoh
-rw-rw-r-- 1 bin auth 1639 oct 16 13:00 /etc/passwd
Penjelasan
- : merupakan tipe
rw-rw-r-- : merupakan ijin akses
1 : jumlah link
bin : pemilik
auth : group
1639 : jumlah karakter
Oct 16 13:00 : waktu
/etc/passwd : Nama file

5. NAMA FILE
Nama file maksimal terdiri dari 255 karakter berupa alfanumerik dan beberapa karakter spesial yaitu garis bawah, titik, koma dan lainnya kecuali spasi dan karakter-karakter berikut :
“&” , “,”, “|” , “?” , “ ’ ” , “ “ “ , “(“ , “)” , “[“ , “]” , “$” , “<” , “>” , “{“ , “}” , “^” , “#” , “\” , “/”.
Linux membedakan huruf kecil dengan huruf besar (case sensitif),
Contoh nama file yang benar :
Abcde5434
3
Prog.txt
PROG.txt
Prog.txt, old
report_1-1, v2.0.1
5-01.web.html

6. SIMBOLIC LINK
Link adalah teknik untuk memberikan lebih dari satu nama file dengan data yang sama. Bila file asli dihapus, maka data yang baru juga terhapus. Format dari Link : ln fileAsli fileDuplikat

File duplikat disebut hard link dimana kedua file akan muncul identik (link count=2) Bila fileAsli atau fileDuplikat diubah, maka perubahan akan terjadi pada file lainnya.
Simbolic link diperlukan bila file tersebut di “Link” dengan direktori /file yang berada pada partisi yang berbeda. Tipe file menjadi 1 (link) dan file tersebut menunjuk ke tempat asal. Format :
ln –s /fullpath/fileAsli /FullPath/FileDuplikat
Pilihan –s (shortcut) merupakan bentuk soft link, simbolic link dapat dilakukan pada file yang tidak ada, sedangkan pada hard link tidak dimungkinkan. Perbedaan lain, simbolic link dapat dibentuk melalui media disk atau partisi yang berbeda dengan soft link, tetapi pada hard link terbatas pada partisi disk yang sama.

7. MELIHAT ISI FILE
Untuk melihat jenis file menggunakan format :
file filename(s)
isi file akan dilaporkan dengan deskripsi level tinggi seperti contoh berikut :
# file myprog.c letter.txt webpage.html
myproc.c : C program text
letter.txt : ASCII text
webpage.html : HTML document text

perintah ini dapat digunakan secara luas untuk file yang kadang membingungkan, misalnya antara kode C++ dan java.


8. MENCARI FILE
Jika ingin melihat bagaimana pohon direktori dapat digunakan perintah
• Find
Format : find directory_name targetfile –print
Akan melihat file yang bernama targetfile (bisa berupa karakter wildcard)

• Which
Format : which command
Untuk mengetahui letak system utility

• Locate
Format : locate string
Akan mencari file pada semua direktori dengan lebih cepat dan ditampilkan dengan path yang penuh.


9. MENCARI TEXT PADA FILE
Untuk mencari text pada file digunakan perintah grep (General Regular Expression Print) dengan format perintah :
grep option pattern files
Grep akan mencari file yang bernama sesuai pattern yang diberikan dan akan menampilkan baris yang sesuai.

PERCOBAAN :
1. Login sebagai user
2. Bukalah Console Terminal (open terminal) dan lakukan percobaan-percobaan dibawah ini, dan perhatikan dan catat hasilnya.
3. selesaikan soal-soal latihan

Percobaan 1 : Direktori
1. Melihat direktori Home
# pwd
# echo #home

2. Melihat direktori aktual dan parent direktori
# pwd
# cd .
# pwd
# cd ..
# pwd
# cd

3. Membuat satu direktori, lebih dari satu direktori atau sub direktori
# pwd
# mkdir A B C A/D A/E B/F A/D/A
# ls –l
# ls –l A
# ls –l A/D

4. Menghapus satu atau lebih direktori hanya dapat dilakukan pada direktori kosong dan hanya dapat dihapus oleh pemiliknya kecuali bila diberikan ijin aksesnya.
# rmdir B ( Terdapat pesan error, mengapa ? )
# ls –l B
# rmdir B/F B
# ls –l B ( Terdapat pesan error, mengapa ? )

5. Navigasi direktori dengan instruksi cd untuk pindah dari satu direktori ke direktori lainnya.
# pwd
# ls –l
# cd A
# pwd
# cd /home/
Percobaan 2 : Manipulasi File
1. perintah cp untuk mengkopi file atau seluruh direktori
# cat > contoh
Membuat sebuah file
[Ctrl+d]
# cp contoh contoh1
# ls –l
# cp contoh A
# ls –l A
# cp contoh contoh1 A/D
# ls –l A/D

2. perintah mv untuk memindahkan file
# mv contoh contoh2
# ls –l
# mv contoh1 contoh2 A/D
# mv contoh contoh1 C
# ls –l C

3. perintah rm untuk menghapus file
# rm contoh2
# ls –l
# rm –i contoh
# rm –rf A C
# ls –l

Percobaan 3 : Symbolic Link
1. Membuat shortcut (file link)
# echo “ Halo Apa kabar “ > halo.txt
# ls –l
# ln halo.txt z
# ls –l
# cat z
# mkdir mydir
# ln z mydir /halo.juga
# cat mydir /halo.juga
# ln –s z bye.txt
# ls –l bye.txt
# cat bye.txt

Percobaan 4 : Melihat isi file
# ls –l
# file halo.txt
# file bye.txt

Percobaan 5 : Mencari file
1. perintah find
# find /home –name “*.txt” –print > myerror.txt
# cat myerror.txt
# find . –name “*.txt” –exec wc –l ‘{}’ ‘;’

2. Perintah which
# which ls

3. Perintah locate
# locate “*.txt”

Percobaan 6 : Mencari text pada file
# grep Hallo *.txt


LATIHAN
1. Cobalah urutan perintah berikut :
# cd
# pwd
# ls –al
# cd .
# pwd
# cd ..
# pwd
# ls –al
# cd ..
# pwd
# ls -al
# cd /etc
# ls –al | more
# cat passwd
# cd –
# pwd

2. Lanjutkan penelusuran pohon pada sistem file menggunakan cd, ls, pwd dan cat.
Telusuri direktori /bin, /usr/bin, /sbin, /tmp dan /boot. {jangan melakukan perubahan isi direktori tsb.}

3. Telusuri direktori /dev. Identifikasi perangkat yang tersedia. Identifikasi tty (terminal) Anda (ketik who am i). siapa pemilik tty Anda ( gunakan ls –l).

4. Telusuri direktori /proc. Tampilkan isi file interrupts, devices, cpuinfo, meminfo dan uptime menggunakan perintah cat. Dapatkah Anda melihat ? mengapa direktori /proc disebut pseudo-file system yang memungkinkan akses ke struktur data kernel ?

5. Ubahlah direktori home ke user lain secara langsung menggunakan cd ~username
6. Ubah kembali ke direktori home anda
7. Buat subdirektori work dan play
8. Hapus subdirektori work
9. Copy file /etc/passwd ke direktori home anda
10. Pindahkan ke subdirektori play
11. Ubahlah ke subdirektori play dan buat symbolic link dengan nama terminal yang menunjuk ke perangkat tty. Apa yang terjadi jika melakukan hard link ke perangkat tty ?
12. Buatlah file bernama hello.txt yang berisi kata “hello word”. Dapatkah Anda gunakan “cp” menggunkan “terminal” sebagai file asal untuk menghasilkan efek yang sama ?
13. Copy hello.txt ke terminal. Apa yang salah ?
14. Masih direktori home, copy keseluruhan direktori play ke direktori bernama work menggunakan symbolic link.
15. Hapus direktori work dan isinya dengan satu perintah.

LAPORAN { DiKumpulkan langsung ke Asisten }

1.Analisa hasil percobaan yang Anda telah lakukan
a.Analisa setiap hasil tampilannya
b.Pada percobaan 1 point 3 buatlah pohon dari struktur file dan direktori
c.Bila terdapat pesan error, jelaskan penyebabnya

2.Kerjakan latihan diatas dan analisa hasil tampilannya
3.Berikan kesimpulan dari praktikum ini

Baca Selengkapnya ....

OPERASI INPUT OUTPUT

Posted by Irma14 Senin, 13 Oktober 2008 2 comments
POKOK BAHASAN :
• Pipeline
• Redirektion

TUJUAN BELAJAR :
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, Mahasiswa diharapkan Mampu :
• Memahami konsep proses I/O dan redirection
• Memahami standar input, proses dan error
• Menggunakan notasi output, append dan here dokumen
• Memahami konsep PIPE dan Filter

DASAR TEORI :
1. Proses INPUT OUTPUT
Sebuah Proses memerlukan Input / Output



Instruksi / Command yang diberikan pada Linux melalui shell disebut sebagai eksekusi program yang selanjutnya disebut proses.
Setiap kali instruksi diberikan, maka linux kernel akan menciptakan sebuah proses dengan memberikan nomor PID ( Process Identity )
Proses dalam linux membutuhkan input dan menghasilkan output.
Dalam konteks Linux input / output adalah :
- Keyboard
- Layar
- File
- Struktur data Kernel
- Peralatan input/output lainnya (network)


2. File DESCRIPTOR
Linux berkomunikasi dengan file melalui file descriptor yang direpresentasikan melalui angka yang dimulai dari 0,1,2 dan seterusnya.
Tiga buah file descriptor standar yang lalu diciptakan oleh proses adalah :
• 0 = keyboard ( standar input )
• 1 = layar ( standar output )
• 2 = layar ( standar error )


Linux tidak membedakan antara peralatan hardware dan file, Linux memanipulasi peralatan hardware sama dengan file.

3. PEMBELOKAN ( Redirection )
Pembelokan dilakukan untuk standar input, output dan error, yaitu mengalihkan file descriptor dari 0, 1 dan 2. simbo untuk pembelokan adalah :
0 < atau < Pengganti standar input
1 > atau > Pengganti standar output
2 > Pengganti error

4. PIPA ( PipeLine )
Mekanisme pipa digunakan sebagai alat komunikasi antar proses.

Input -> Proses1 -> Output = Input -> Proses2 -> Output

Proses 1 menghasilkan output yang selanjutnya digunakan sebagai input oleh proses 2. Hubungan output input ini dimanakan pipa, yang menghubungkan Proses 1 dengan proses2 dan dinyatakan dengan symbol “ | “.

Proses1 | Proses2

5. FILTER
Filter adalah utilitas yang dapat memproses standar input ( dari keyboard ) dan menampilkan hasilnya pada standar output ( layar ). Contoh filter adalah :
Cat, sort, grep, pr, head, tail, paste dan lainnya.
Pada sebuah rangkaian pipa :
P1 | P2 | P3 ……. | Pn-1 | Pn
Maka P2 sampai dengan Pn-1 mutlak harus utilitas Linux yang berfungsi sebagai filter. P1 (awal) dan Pn (terakhir) boleh tidak filter. Utilitas yang bukan filter misalnya who, ls, ps, lp, lpr, mail dan lainnya.
Beberapa perintah Linux yang digunakan untuk proses penyaringan antara lain :
• Perintah grep
Digunakan untuk menyaring masukan dan menampilkan baris-baris yang hanya mengandung pola yang ditentukan. Pola ini disebut regular expression.

• Perintah wc
Digunakan untuk menghitung jumlah baris, kata dan karakter dari baris-baris masukan yang diberikan kepadanya. Untuk mengetahui berapa baris yang digunkan option -1, untuk mengetahui berapa kata, gunakan option –w dan untuk mengetahui berapa karakter, gunkan option –c. jika salah satu option tidak digunakan, maka tampilannya adalah jumlah baris, jumlah kata dan jumlah karakter.


• Perintah sort
Digunakan untuk mengurutkan masukannya berdasarkan urutan nomor ASCII dari karakter.

• Perintah cut
Digunakan untuk mengambil kolom tertentu dari baris-baris masukannya, yang ditentukan pada option -c

• Perintah uniq
Digunakan untuk menghilangkan baris-baris berurutan yang mengalami duplikasi, biasanya digabungkan dalam pipeline dengan sort.

PERCOBAAN :
1. Login sebagai user.
2. Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di bawah ini. Perhatikan hasil setiap percobaan.

Percobaan 1 : File Descriptor
1. Output ke layar (standar output), input dari system (kernel)
$ ps

2. Output ke layar (standar output), input dari keyboard (standar input)
$ cat
Hallo, Apa Kabar bro
Hallo, Apa Kabar bro
Exit dengan ^d
Exit dengan ^d
[ Ctrl+d ]

3. Input dari keyboard dan output ke alamat internet
$ mail irma14@gmail.com
Contoh surat yang langsung
Dibuat pada standar input (keyboard)
[ Ctrl+d]

4. Input nama direktori, output tidak ada (membuat direktori baru), bila terjadi error maka tampilan error pada layar (standar error)
$ mkdir mydir
$ mkdir mydir (terdapat pesan error)


Percobaan 2 : Pembelokan (redirection)
1. Pembelokan standar output
$ cat 1> myfile.txt
Ini adalah text yang saya simpan
Ke file myfile.txt

2. Pembelokan standar input, yaitu input dibelokkan dari keyboard menjadi file
$ cat 0< myfile.txt
$ cat myfile.txt

3. Pembelokan standar error untuk disimpan di file
$ mkdir mydir (terdapat pesan error)
$ mkdir mydir 2> myerror.text
$ cat myerror.txt

4. Notasi 2>& 1 : pembelokan standar error (2>) adalah identik dengan file descriptor1
$ ls filebaru (terdapat error)
$ ls filebaru 2> out.txt
$ cat out.txt
$ ls filebaru 2> out.txt 2>&1
$ cat out.txt

5. Notasi 1>&2 (atau >&2) : Pembelokan output adalah sama dengan file descriptor 2 yaitu standar error
$ echo “kata pertama” > surat
$ echo “kata kedua “ >> surat
$ echo “kata ketiga “ >> surat
$ cat surat
$ echo “kata keempat” > surat
$ cat surat

6. Notasi >> (append)
7. Notasi here document (<<++ ….. ++) digunakan sebagai pembatas input dari keyboard. Perhatikan bahwa tanda pembatas dapat digantikan dengan tanda apa saja, namun harus sama dan tanda penutup harus diberikan pada awal baris.
$ cat <<++
Hallo, apa kabar ?
Baik baik saja ?
Oche deh !
++
$ cat <<%%%
Hallo, apa kabar ?
Baik – baik saja ?
Ok !
%%%

8. Notasi – (input keyboard) adalah representan input dari keyboard. Artinya menampilkan file 1, kemudian menampilkan input dari keyboard dan menampilkan file ke 2. Perhatikan bahwa notasi “ – “ berarti menyelipkan input dari keyboard
$ cat myfile.txt – surat

9. Untuk membelokkan standar output ke file, digunakan operator >
$ echo hello
$ echo hello > output
$ cat output

10. Untuk menambah output ke file digunakan operator >>
$ echo bye >> output
$ cat output

11. Untuk membelokkan standar input digunakan operator <
$ cat < output

12. Pembelokan standar input dan standar output dapat dikombinasikan tetapi tidak boleh menggunakan nama file yang sama sebagai standar input dan output.
$ cat < output > out
$ cat out
$ cat < output >> out
$ cat out
$ cat < output > output
$ cat output
$ cat < out >> out (Proses tidak berhenti)
[ Ctrl+c ]
$ cat out

Percobaan 3 : Pipa (pipeline)
1. Operator pipa ( | ) digunakan untuk membuat eksekusi proses dengan melewati data langsung ke data lainnya
$ who
$ who | sort
$ who | sort –r
$ who > tmp
$ sort tmp
$ rm tmp
$ ls –l /etc | more
$ ls –l /etc | sort | more

Percobaan 4 : Filter
1. Pipa juga digunakan untuk mengkombinasikan utilitas sistem untuk membentuk fungsi yang lebih kompleks
$ w –h | grep
$ grep /etc/passwd
$ ls /etc | wc
$ ls /etc | wc –l
$ cat > kelas1.txt
Badu
Zulkifli
Yulizir
Sangkala
Tuo
[ Ctrl+d ]
$ cat > kelas2.txt
Buttu
Meong
Asep
Marapue
[ Ctrl+d]
$ cat kelas1.txt kelas2.txt | sort
$ cat kelas1.txt kelas2.txt > kelas.txt
$ cat kelas.txt | sort | uniq


SOAL LATIHAN < Hasilnya langsung dikumpulkan ke asisten >

1. Lihat daftar secara lengkap pada direktori aktif, belokkan tampilan standar output ke file baru.
2. Lihat daftar secara lengkap pada direktori /etc/passwd, belokkan tampilan standar output ke file baru tanpa menghapus file baru sebelumnya.
3. Urutkan file baru dengan cara membelokkan standar input
4. Urutkan file baru dengan cara membelokkan standar input dan standar output ke file baru.urut.
5. Buatlah direktori latihan2 sebanyak 2 kali dan belokkan standar error ke file rmdirerror.txt.
6. Urutkan kalimat berikut :
Jakarta
Bandung
Surabaya
Padang
Palembang
Lampung
Dengan menggunakan notasi here document (<@@@ ….. @@@)

7. Hitung jumlah baris, kata dan karekter dari file baru.urut dengan menggunakan filter dan tambahkan data tersebut ke file baru.
8. Gunakan perintah di bawah ini dan perhatikan hasilnya.
$ cat > hello.txt
Dog cat
Cat duck
Dog chicken
Chicken duck
Chicken cat
Dog duck
[ Ctrl+d ]
$ cat hello.txt | sort | uniq
$ cat hello.txt | grep “dog” | grep –v “cat”



Baca Selengkapnya ....

Perintah Dasar Sistem Operasi Linux

Posted by Irma14 Rabu, 01 Oktober 2008 4 comments
Praktikum I

Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu :
- manggunakan perintah-perintah dasar untuk informasi user
- mengenal format instruksi pada system operasi Linux
- menggunakan perintah-perintah dasar pada system operasi Linux
- mneggunakan utilitas dasar pada system operasi linux

DASAR TEORI
Setiap pemakai LINUX harus mempunyai nama login (user account) yang sebelumnya harus didaftarkan pada administrator system. Nama login umumnya dibatasi maksimum 8 karakter dan umumnya dalam huruf kecil. Prompt dari shell bash pada Linux menggunakan "$".
sebuah sesi LINUX terdiri dari :
1. Login
2. Bekerja dengan Shell / Menjalankan aplikasi
3. Logout



Tergantung atas shell yang digunakan, pada Linux bash maka proses login akan mengeksekusi program /etc/profile (untuk semua pemakai) dan file base_profile di direktori awal (HOME) masing-masing.
pada saat logout, maka program shell bash akan mengeksekusi script yang bernama .bash_logout.

1. FORMAT INSTRUKSI LINUX
Instruksi Linux standar mempunyai format sebagai berikut :
$ NamaInstruksi [pilihan] [argumen]

Pilihan adalah option yang dimulai dengan tanda - (minus). Argumen dapat kosong. satu atau beberapa argumen (parameter).

Contoh :
$ ls tanpa argumen
$ ls -a option adalah -a = all, tanpa argumen
$ ls /bin tanpa option, argumen adalah /bin
$ ls /bin/etc/usr ada 3 argumen
$ ls -l /usr 1 option dan 1 argumen l=long list
$ ls -la /bin/etc 2 option -l dan -a dan 2 argumen

2. MANUAL
Linux menyediakan manual secara on-line. beberapa kunci keyboard yang penting dalam menggunakan manual adalah :
Q untuk keluar dari program man
ke bawah, baris per baris
ke bawah, per halaman
/teks mencari teks (string)
n meneruskan pencarian string sebelumnya
Manual dibagi atas bab-bab sebagai berikut :
BAB ISI
1 User Commands
2 System calls
3 Library calls
4 Devices
5 File Formats
6 Games
7 Miscellaneous
8 System commands
9 Kernel internals
N Tcl / Tk command

TUGAS PRAKTIKUM
jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :
1. Apa yang dimaksud perintah informasi user di bawah ini :
id, hostname, uname, w, who, whoami, chfn, finger
2. Apa yang dimaksud perintah dasar di bawah ini :
date, cal, man, clear, apropos, whatis
3. Apa yang dimaksud perintah-perintah manipulasi file dibawah ini :
ls, file, cat, more, pg, cp, mv, rm, grep

PERCOBAAN
1. Login sebagai user
2. Bukalah console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan dibawah
3. Selesaikan soal-soal latihan


Baca Selengkapnya ....

Instalasi RedHat 7.0

Posted by Irma14 Senin, 22 September 2008 1 comments
A. T U J U A N
1. Mampu melakukan instalasi system operasi Linux Redhat 7.0
2. Mampu melakukan setting konfigurasi hardware dan system komputer
3. Mengetahui cara membuat user pada system operasi Linux Redhat 7.0
4. Dapat melakukan setting jaringan local.

B. DASAR TEORI
1. Konfigurasi Sistem Komputer
Sebelum memulai instalasi Linux Redhat 7.0, perhatikan konfigurasi
sistem komputer yang ada untuk memudahkan proses instalasi, contohnya :


• Tipe, label, size hard drive, contoh : IDE had=1.2G
• Peta partisi dan mount point, contoh
/dev/hda1=/home
/dev/hda2=/
• Jumlah RAM yang diinstal pada system, contoh : 64MB, 128MB
• Tipe interface CD ROM, contoh SCSI, IDE (ATAPI)
• Apabila tersedia SCSI Adapter, buatan and nomor model, contoh :
BusLogic SCSI Adapter, Adaptec 2940UW
• Apabila tersedia Network Card buatan dan nomor model, contoh : Tulip,
3COM 3C590
• Tipe, protocol dan jumlah tombol mouse, contoh : generic 3 button PS/2
mouse, MouseMan 2 button serial mouse
Buatan, model dan spesifikasi manufaktur monitor, contoh : Optiquest
Q53, ViewSonic G773
• Buatan, nomor model dan ukuran VRAM Video Card, contoh : Creative
Labs Graphics Blaster 3D, 8MB
• Buatan, chipset dan nomor model Sound Card, contoh S3 SonicVibes,
Sound Blaster 32/64 AWE
• IP address : 10.252.9.XX (XX : 60 s/d 76)
• Netmask : 255.255.248.0
• Gateway : 10.252.8.3
• Domain Name Server (DNS) : 202.95.151.132
• Nama domain (nama untuk organisasi komputer) : jarkom.com
• Hostname (nama dari komputer) : wksXX

2. Antar Muka Program Instalasi
Untuk melakukan proses instalasi, kita bisa menggunakan graphical user
interface (GUI) atau dengan menggunakan mode text. Secara default, proses
instalasi menggunakan antar muka grafis (GUI), tetapi apabila kita ingin
menggunakan mode text, pada boot command kita tuliskan
boot : text

3. Virtual Console
Pada program instalasi Red Had Linux, terdapat 5 virtual console yang
memungkinkan untuk menuliskan perintah dari shell prompt, yang bisa dipindah
menggunakan sebuah key.
Virtual console sangat membantu saat menemui masalah selama instalasi
Red Hat Linux. Console, keystroke dan Content dapat dilihat pada table di
bawah ini :

4. Memulai Program Instalasi
Untuk memulai instalasi, pertama kali kita harus melakukan booting
program instalasi. Langkah-langkah melakukan booting adalah sebagai berikut :
1. Masukkan boot disk ke dalam disk drive pertama dan reboot. Pastikan urutan
booting pada setting BIOS adalah A, C (floppy drive [A] lebih dahulu baru
harddisk [C])
2. Setelah beberapa saat, screen akan tampil prompt boot : . Apabila kita tidak
mengetikkan apapun dalam menit pertama instalasi program akan dimulai secara
otomatis. Biasanya, kita hanya perlu menekan [Enter] untuk melakukan booting.
Lihat pesan booting untuk melihat apakah Linux kernel mendeteksi hardware.
Apabila tidak berhasil mendeteksi hardware, maka kita perlu mengulang instalasi
dengan mode “expert”. Tetapi apabila hardware berhasil dideteksi, kita bisa
melanjutkan ke bagian selanjutnya.

Selengkapnya Silahkan DownLoad Disini

Baca Selengkapnya ....

Google+ Followers