.

ACCUMULATOR, COUNTER, DAN SWITCHING

Posted by Irma14 Jumat, 05 Desember 2008 2 comments
Pengertian Accumulator
Accumulator merupakan tampat penampungan suatu nilai. Nilai yang masuk akan dijumlahkan dengan nilai yang ada di dalamnya, sehingga accumulator dapat dipakai untuk menentukan nilai total dari penjumlahan suatu bilangan.

Accumulator dapat dimisalkan sebagai kotak sumbangan. Dimana jumlah uang yang ada di dalam kotak tersebut erus bertambah sesuai dengan jumlah uang yang masuk. Dalam implementasi bentuk flowchart, accumulator digambarkan sebagai simbol proses.

Misalnya untuk menghitung nilai total seluruh gaji pegawai maka dapat digambarkan sebagai berikut. TOTGAJI = TOTGAJI + GAJI
Pada awal proses TOTGAJI bernilai nol. Pada waktu proses di atas dilaksanakan, besarnya nilai GAJI ditambahkan ke accumulator TOTGAJI.

Analisa persoalan :
Untuk mengimplementasikan persoalan ke bentuk flowchart, lakukan analisa masalah dengan merinci spesifikasi programnya, yang terdiri :
• Penentuan hubungan antara data input dengan hasil pengolahannya
• Penentuan hubungan antara pengolahan dengan data output
• Penentuan prosedur/ langkah-langkah pengolahannya.

Dasar Teknik Counter
Teknik counter dipakai untuk mengontrol pengulangan proses. Pengontrolan ini dilakukan dengan memeriksa isi variabel yang digunakan sebagai counter, sehingga jumlah pengulangan dapat diketahui. Misalnya terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
Proses(A) – Prose(B) – Prose(C) – Proses(D) – Proses(B) – Proses(C) – Proses(D) – Proses(B) – Proses(C) Proses(D) – Proses(E).

Dari contoh di atas telihat bahwa proses B, C dan D diulang sebanyak tiga kali, pengulangan ini terjadi setelah proses A dan sebelum proses E terjadi. Jika diimplementasikan ke dalam bentuk flowchart, maka terbentuk rangkaian simbol yang tersusun berderet. Hal ini tidak efisien. Agar flowchart menjadi lebih efisien maka digunakan counter sebagai pengontrol pengulangan ketiga proses tersebut, seperti terlihat pada gambar:

Dari flowchart tersebut dapat ditelusuri sebagai berikut :
1. Pertama kali dikerjakan adalah proses(A)
2. Dipersiapkan variabel yang akan dipergunakan sebagai counter yaitu X=0, Variabel ini digunakan untuk mengontrol jumlah pelaksanaan proses B, C, D yang telah dikerjakan.
3. Kerjakan proses B, C dan D secara berurutan.
4. Variabel counter ditambah satu. Isi variabel ini menunjukkan jumlah pelaksanaan untuk proses B, C dan D.
5. Periksa isi variabel counter yaitu X untuk mebatasi jumlah pengulangan. Jika isi variabel X=3 maka kerjakan proses(E), sebaliknya jika X lebih kecil dari tiga berarti proses B, C dan D masih perlu diulang.

Switching
Teknik switching merupakan cara mempendek jalur proses. Teknik ini memakai suatu indikator untuk mengantisipasi proses yanga akan dilanjutkan selanjutnya. Indikator ini dapat dimisalkan seperti switch pada tombol lampu. Dimana tombol ini dapat mengatur dua kondisi yaitu menyala atau padam. Namun dalam flowchart switch tersbut bukan merupakan komponen elektronik. Ia hanya berupa variabel yang diisi dengan dua kondisi yaitu 0 atau 1 (atau simbol lain).
Melalui isi variabel dapat diketahui kondisi proses yang telah dilakukan. Sehingga dapat dilakukan pengalihan proses tanpa melalui proses sebelumnya. Tentu saja hal ini dapat mempersingkat alur proses. Dari flowchart di sebelah terlihat bahwa variabel No dan H yang telah diinisialisasi, akan menjadi variabel indikator yang menentukan proses selanjutnya.

Soal latihan:
1. Sebuah perusahaan mempunyai data-data penjualan barang yang terdiri dari item: Kode barang, Nama barang, Harga satuan, dan Jumlah penjualan. Spesifikasi prosesnya adalah:
• Data diinput melalui Keyboard.
• Proses input data berakhir jika operator mengetik nol (0) untuk kode barang.
• Data-data yang diinput dicetak melalui printer dan hitung total penjualan untuk tiap-tiap barang. Total dihitung berdasarkan rumus; Total=Jumlah penjualan x Harga satuan.
• Selain dicetak data tersebut juga disimpan ke disk. Item-item yang disiman hanya Nama barang dan Harga satuan

Berdasarkan spesifikasi tersebut di atas buat flowchart untuk menggambarkan urutan-urutan prosesnya

2. Tentukan nilai X jika nilai T=2, T=4, T=6 diinput pada flowchart di bawah ini:

Jika Anda Berkenan, Bagilah informasi ini kepada teman-teman Anda

Pin It Now!
Categories:
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: ACCUMULATOR, COUNTER, DAN SWITCHING
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://irma14.blogspot.com/2008/12/accumulator-counter-dan-switching.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 comments:

Nikmaya John mengatakan...

Thank you, satu lagi pelajaran baru,,,

Anonim mengatakan...

om aku gak ngerti gimana sih maksudnya counter itu ? :(( :(( :((

Posting Komentar